back

Welcome To Lilah Blog

Kamis, 22 Oktober 2015

Setelah Mengenalmu , Akhirnya Hatiku Mencintaimu . Ku Tahu Itu semua Bukan Kebetulan Semata.....

Aku tak pernah menduga sebelumnya saat pertemuan kita . Berawal dari tak saling kenal ..
Kita bertemu di suatu moment , yang akhirnya melahirkan cerita "Kita"...............



Lambat-laun kita pun melewati waktu .Aku dan kamu yang awalnya dahulu sangat sungkan untuk bertukar sapa. Kini dengan sedikit senyum saja, kita bisa saling bercanda tawa hingga cukup lama. Hingga kadang kita lupa, sejak kapan sih sebenarnya kita bisa mulai akrab. Sejak kapan kira-kira kita sudah tak sungkan untuk saling menyapa. Bahkan kita memang bukan lupa lagi, tetapi memang kita tak menyadari bahwa dengan berjalannya waktu telah membuat kita bisa menjadi akrab lewat semua momen kebersamaan yang telah terlewati.

 Suatu rasa nyaman ketika aku merasakan kehadiranmu. Aku tak sadar bahwa secara perlahan sebenarnya aku begitu mengharapkan kehadiranmu di hari-hariku. Hingga akhirnya aku, entah sejak kapan mulai merasa sepi ketika tak ada kabar darimu. Rasanya ada yang kurang di hariku jika tak ada kamu. Sejak itu lah aku mulai menyadari bahwa diriku mulai merindukan sosokmu untuk temani hari-hariku. Telah tumbuh di hatiku rasa kerinduan yang selalu berharap ada dirimu.

Aku merasa bahagia saat ada kamu, itulah sebuah rasa  yang tak bisa aku pungkiri lagi telah terjadi pada diriku.Kini rasa cemburu pun kadang menghinggapi hati ini. Ketika melihat dirimu justru terlihat begitu dekat dengan orang lain. Rasanya ingin melarangmu, namun aku tak punya hak untuk melarangmu. Hingga aku pun sering pura-pura tersenyum di depanmu dengan menutupi rasa sedihku yang terbakar rasa kecemburuan.  Rasanya aku ingin masih menyembunyikan perasaanku padamu. Namun di sisi lain aku justru sangat berharap bahwa dirimu itu tahu, bahwa sebenarnya aku itu merasa cemburu. Seolah merasa tak ingin melihatmu terlalu dekat dengan orang lain.

Semua yang telah terasa diantara kita, membuatku percaya bahwa semua ini bukanlah kebetulan semata. Semua telah ada dalam rencana-Nya. Dua orang yang awalnya tidak kenal, kemudian saling mengenal. Dua insan yang awalnya tak pernah akrab.. Dua sosok yang awalnya biasa saja, kemudian berubah rasakan kebahagian diantara hatinya. Ini semua adalah bagian dari karunia dari Tuhan, Allah telah memercikkan sebuah keindahan di hati ini. Itulah cinta, mungkin inilah banyak penyair yang mengatakan cinta itu adalah anugerah.
“Cinta, kurasa tak ada cinta yang sempurna kalau tak menjadi jodoh.”

Maka bolehkan aku berharap pada Tuhanku, meminta agar dirimu nantinya jadi jodohku. Maaf jika aku berharap, mengharapkanmu yang mungkin sebenarnya tak mengharapkanku

.Memimpikanmu yang mungkin sebenarnya dirimu justru memimpikan orang lain. Tetapi inilah aku dengan segenap harapan yang aku inginkan, berharap cintaku bisa terbalas oleh cintamu dalam kebersamaan. Jika mungkin hari ini terlalu dini bagiku untuk berharap padamu, atau terlalu dini mengungkapkan perasaan yang ada di hati ini. Maka semoga jika memang kita ditakdirkan, maka hubungan yang telah kita bina selama ini bisa memberikan kebahagiaan saat ini dan seterusnya.

 Jika tidak, ah aku masih tak berharap kalau kita tak ditakdirkan bersama. Maaf jika aku egois dalam berharap dan berdoa, namun setidaknya inti dalam doaku tetap aku mendoakan kebahagiaan untukmu. Tak semata-semata menuruti keinginan hatiku dan tak serta merta menomersatukan bahagiaku. Karena dengan cinta, aku ingin kita bisa bahagia bersama. Bukan salah satu diantara kita saja. 

 jkt 231015
to:A*I

SURAT DARI SEEKOR KUCING LIAR

SURAT DARI SEEKOR KUCING LIAR
"JIKA TIDAK BISA MENYANYANGI PALING TIDAK JANGAN SAKITI KAMI"
Sebuah Surat Dari Seekor Kucing
Dikutip dari FB seorang penyayang kucing
Salam saudaraku....
Maaf apabila tulisanku ini mengganggumu. Namun aku tidak bisa bercerita langsung kepada kalian. Aku hanya bisa menulis di secarik kertas lusuh ini.

Kemarin aku sedang berjalan dan melihat temanku berlindung di sebuah benda besar. Benda itu memiliki 4 roda, dan kelihatannya terbuat dari besi yang sangat berat. Aku tidak tahu nama dari benda itu. Tapi benda itu telah membunuh temanku.
Ketika benda itu mundur, temanku tertindih benda itu.

Benda itu pergi, lalu aku cepat-cepat lari menghampiri temanku. Aku memanggilnya namun Ia hanya terdiam. Aku melihat darah keluar dari kepala dan lehernya. Aku menjilati darah temanku sambil menangis sampai ada seorang manusia yang mengubur temanku dan menyuruhku pergi dari tempat itu. Betapa baiknya manusia itu. Aku tidak akan pernah melupakannya yang telah menolong sahabatku.
Aku kembali berjalan dan melihat tempat sampah di depanku. Kalian menyebutnya tempat sampah. Namun bagiku ini adalah tempat mencari makan. Setidaknya kami tidak perlu membayar untuk mendapatkan beberapa potong ayam basi. Oh, ternyata di tempat makan ini tidak ada makanan.
Aku terus berjalan sambil menelusuri setiap tempat sampah yang ada. Aku lapar, namun aku hanya bisa mengais tempat ini. Andai saja sahabatku masih hidup. Ia pasti akan sangat menghiburku.
Akhirnya aku mendapatkan sepotong ayam. Meskipun tinggal tulang, aku sangat bersyukur. Namun tiba-tiba ada jantan lain yang mencakar punggungku dan merebut makananku. Ya, kami memang harus bertengkar untuk mendapatkan makanan dan seekor betina. Aku hanya merelakannya dan mengais tempat makan lainnya.
Aku menemukan ayam lagi, dan yang ini lebih besar! Aku sangat bersyukur dan bahagia. Namun ada seorang manusia yang datang dan menendang kepalaku. Aku langsung lari membawa ayam itu dan menikmatinya di tempat yang aman.
Kepalaku masih terasa sakit sekali karena tendangan manusia tadi. Namun aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanyalah seekor kucing yang tidak disukai banyak manusia.
Terkadang aku berfikir bahwa menjadi manusia enak sekali. Kalian bisa mencari makanan yang layak dan bergizi. Kalian juga bisa hidup bersama sebagai keluarga.

Aku pulang dengan menenteng sisa ayam di mulutku. Ya, aku sengaja menyisakan ayam tadi untuk anak dan istriku tercinta.
Begitu sampai, istriku bilang bahwa anak kami dipisahkan dari kami oleh seorang manusia. Istriku tidak tahu kemana anak-anak kami dibawa. Kami hanya bisa menangis. Layaknya kalian, kami juga ingin melihat anak kami tumbuh besar dan sehat. Namun itu hanya tinggal impian semata.
Terkadang aku merasa iri dengan kucing-kucing yang dipelihara oleh manusia. Mereka mendapatkan kasih sayang yang besar dan makanan yang layak. Namun kucing-kucing itu adalah bule yang bulunya panjang, lebat, dan halus. Ya aku sebagai kucing kampung hanya bisa melihat mereka dari jauh.
Dan kebanyakan kucing ras lebih banyak disukai oleh manusia, ketimbang kami kucing kampung, ya kami akui kungkin karena kami kotor dan tidak lucu, tidak seperti mereka kucing ras,
Jika aku harus berhenti dan mengais pada setiap tempat sampah, kucing peliharaan hanya tinggal berteriak kelaparan dan majikannya akan memberi makanan.
Pernah suatu waktu aku berusaha mencicipi makanan mereka, namun aku ditimpuk dengan batu oleh majikan mereka.
Ketika melihat manusia makan ikan, aku menghampirinya. Aku berharap mereka akan memberikan rasa iba terhadapku.

Namun aku ditendang lagi. Rasanya sangat sakit. Aku langsung pergi dan hanya bisa berdoa agar manusia itu segera berubah.
Kita sama-sama makhluk ciptaan Tuhan, namun mengapa kalian begitu benci terhadap kami? Ya, tubuh kami penuh luka dan menjijikan. Kami memang harus berjuang demi anak-anak dan istri kami. Memang bukan dengan pergi ke kantor, tapi dengan mencari makanan. Mengapa kalian begitu angkuh terhadap kami? Padahal kami tidak pernah menendang atau membalas semua perbuatan kalian.

Sekarang, aku mau menyebrang. Ini bertaruh antara hidup dan mati. Begitu banyak benda yang mirip dengan pembunuh temanku. Jika aku tidak selamat dalam penyebrangan ini, aku hanya bisa berharap anak-anak dan cucu-cucuku mendapat perlakuan yang layak dari kalian.
Biar aku saja yang menerima perlakuan malang ini. Tolong jaga dan kasihi keturunanku ya manusia. Semoga dengan surat ini kalian tahu seberapa besar penderitaan kami.
Selamat tinggal dan terimakasih karena sudah membaca suratku.
By : Kucing lucu net